Sejak PT Gema Nusantara Jaya (GNJ) dan PT Gorontalo Citra Lestari (GCL) beroperasi pada 2011, tutupan hutan di Kabupaten Gorontalo Utara terus menyusut. Halaman ini menyandingkan data deforestasi, konsesi perusahaan, dan kejadian banjir untuk melihat bagaimana ketiganya saling berkaitan.
Visualisasi ini dibuat oleh: Sarjan LahayLapisan kehilangan tutupan pohon dari Global Forest Watch (Hansen/UMD/Google/USGS/NASA, 2001–2024) ditumpangkan pada lokasi konsesi PT GNJ di Kecamatan Tomilito dan PT GCL di Kecamatan Monano, Gorontalo Utara. Aktifkan/nonaktifkan lapisan lewat tombol di bawah peta.
Catatan metodologi: Batas konsesi pada peta ini ditampilkan sebagai area indikatif (lingkaran proporsional terhadap luas izin) berpusat di titik wilayah kecamatan tempat masing-masing perusahaan beroperasi — PT GNJ di Kecamatan Tomilito, PT GCL di Kecamatan Monano — karena berkas asli tidak menyertakan poligon presisi. Untuk batas konsesi yang tepat, kunjungi Nusantara Atlas. Lapisan kehilangan tutupan pohon bersumber langsung dari tile publik GFW (Hansen/UMD/Google/USGS/NASA) dan menunjukkan pola deforestasi tahunan di seluruh kabupaten, bukan hanya di dalam konsesi.
Dua indikator dari Global Forest Watch: luas deforestasi dan luas kehilangan tutupan pohon (tree cover loss) tahunan untuk seluruh Kabupaten Gorontalo Utara.
Data pada level konsesi diambil dari analisis citra satelit oleh Atlas Nusantara dan Trend Asia, dengan metodologi dan cakupan area yang berbeda dari data kabupaten di atas — sehingga angkanya tidak dijumlahkan langsung, melainkan dibaca sebagai tren yang berjalan paralel.
Frekuensi kejadian banjir tahunan tercatat oleh BNPB, disandingkan dengan tren deforestasi kabupaten untuk melihat pola dari waktu ke waktu.
Rangkaian berikut menyusun ulang data di atas menjadi satu alur naratif berdasarkan pola-pola yang teramati pada data 2011–2025.
PT GNJ dan PT GCL memegang izin IUPHHK-HT sejak 2011, dengan total area PBPH 74.146 ha di Gorontalo Utara untuk memasok industri wood pellet PT Gorontalo Panel Lestari.
Deforestasi kabupaten dan deforestasi di dalam kedua konsesi sama-sama mencapai puncak pada 2014–2016, periode ekspansi awal tanaman industri.
Kehilangan tutupan pohon mengurangi kapasitas tanah menyerap air hujan, terutama di lanskap berbukit yang mendominasi Gorontalo Utara.
BNPB mencatat kejadian banjir hampir tiap tahun sejak 2012, dengan lonjakan tajam pada 2017 — tahun-tahun setelah puncak deforestasi.
Seluruh angka yang digunakan pada visualisasi ini, sesuai dokumen sumber.